Jual Beli Ijazah Palsu

Jual Beli Ijazah Palsu baru-baru ini menjadi topik hangat di berbagai media. Tidak bisa dipungkiri lagi kalau sistem pendidikan di tanah air kita sangat buruk dan bobrok. Sangat buruk karena demi kesuksesan instan, bagi orang yang berduit bisa dengan gampang dapat Ijazah tanpa harus menyelesaikan perkuliahan selama kurang lebih (4) empat Tahun untuk gelar Sarjana S1.

Jual Beli Ijazah palsu sebenarnya memang sudah lama prakteknya namun baru kali ini ada yang terungkap oleh pihak kepolisian. Demi Sertifikasi Guru Cair, bagi sebagian orang rela melakukan praktek jual beli Ijazah tanpa harus kuliah terlebih dahulu.



Sistem Pendidikan Indonesia memang carut marut dan bobrok, mereka melegalkan Ijazah Palsu hanya dengan bayar 15 Juta Rupiah sampai 30 Juta Rupiah bisa ikut Wisuda Sarjana sebagai bukti pengakuan fisik dan Ijazah sebagai bukti pengakuan tertulis. Konon katanya makin terkenal atau populer suatu Perguruan Tinggi, bayarannya pun semakin mahal untuk dapat Ijazah Palsu.

Ada beberapa kemungkinan praktek Jual Beli Ijazah Palsu semakin diminati, antara lain :
  1. Kepentingan Politik dalam arti bisa saja mereka membeli Ijazah Palsu demi sebuah prasyarat untuk maju entah itu menjadi Anggota dewan, atau Calon Presiden, Gubernur, Walikota, dan Bupati yang memang sepertinya harus pernah mengecap pendidikan Sarjana, Kalau enggak Sarjana bisa saja dipertanyakan Kredibilitas kecerdasannya. Jangankan untuk syarat menjadi pejabat, menjadi staf di Perusahaan pun minimal harus Sarjana. Maka tak heran Ijazah Palsu bisa menjadi jalan pintas untuk menghalalkan posisi terbaik. 
  2. Kepentingan Tunjangan Pendidikan, bisa saja mereka mengambil jalan pintas beli Ijazah Palsu agar Sertifikasi Guru Cair. Jaman sekarang menjadi seorang Guru minimal harus bergelar Sarjana, kecuali kalau hanya menjadi pembantu sekolah sih enggak perlu kuliah tinggi.
  3. Kepentingan Jenjang Karir. Biasanya pihak Perusahaan atau suatu instansi baik itu di Pemerintahan atau Swasta, jika ingin kenaikan gaji  dan tunjangan, dia harus kuliah lagi agar naik jabatan. Dengan kenaikan Jabatan, gaji dan tunjangan pun pasti naik.
  4. Kepentingan jadi PNS. Kalau lewat jalur Tes CPNS sih bagi yang punya Ijazah Palsu pasti kemungkinan lulusnya sedikit sekali 10 % dari total Probability 100 Persen. Akan tetapi, bisa saja karena orang tuanya Kaya dan ingin anaknya menjadi PNS, segala cara pasti ditempuh. 
  5. Kepentingan Pribadi. Bisa jadi orang yang beli Ijazah Plasu tersebut pingin terpandang di lingkungan masyarakat. Dengan memiliki Ijazah Sarjana, setidaknya pemikiran dia bisa diterima oleh masyarakat karena kalau hanya lulus SMA biasanya ide-idenya diabaikan oleh masyarakat.

Tapi kemungkinan tersebut kan tidak pasti, hanya Suudzhan (Pemikiran Jelek) dari penulis. Mudah-mudahan kita semua dijauhkan dari kemungkinan jelek diatas karena Jika kita menggapai kesuksesan dengan cara Instan, kita pun akan cepat Jatuh dan tersungkur. Akan tetapi, ketika kita mengawali suatu pekerjaan dari Nol dan kita mau menjalani proses pekerjaan kita dengan kesabaran dan keikhlasan hati, Jika kita berada di atas, kita tidak akan mudah terjatuh dan tergelincir karena kita tahu Ilmunya.

Pelajaran berharga adalah Prosesi kita dalam menggapai sesuatu hal. Semoga Bermanfaat

Artikel Terkait :





No comments:

Post a Comment