Perubahan Besar Dimulai Dari Diri Sendiri

Perubahan besar dimulai dari diri sendiri tidak dimulai dari orang lain, kita sendirilah yang menjadi supir, pilot, kapten, dan nakhoda mau kemana kita akan melangkah. Perubahan tidak akan terjadi kalau kita hanya duduk diam dan melamun berbagai kemewahan hidup.


Itu cuma lamunan dan khayalan yang enggak akan pernah terwujud dalam kehidupan yang nyata "Dreams will never come true" jika kamu tidak berlomba dengan sang waktu. Perubahan besar dimulai dari diri sendiri dan kita harus bergerak dan berlari untuk mewujudkan semua impian dan cita-cita kita.



Tayangan media televisi, berita surat kabar, iklan dan tayangan internet, dsb sangat berpengaruh terhadap pembangunan karakter bangsa. Kalau kita menyimak, saat ini tayangan, berita, dan informasi yang diperlihatkan kepada masyarakat memang tidak wajar.


Siswa kelas 1,2 SD Belajar Shalat, membaca 
dan mengaji di Rumah Cerdas
Tayangan Kejahatan, kriminalitas, dan hal-hal yang kurang mendidik menjadi sarapan hangat bangsa ini. Sangat wajar jika kejahatan, kriminalitas sering terjadi di negeri kita tercinta karena informasi mudah diterima masyarakat pada umumnya. Contoh kecil saja, berita pemerkosaan yang sering terjadi, saat masyarakat menerima informasi tersebut, mindset-nya pemerkosaan itu menjadi hal yang biasa atau wajar saja.

Mindset atau pola pikir  yang tertanam dalam pikiran masyarakat  membuat pola pikir masyarakat yang mau berjuang melalui tahapan-tahapan atau proses yang baik. Masyarakat kita sukanya berpikir instan, senangnya memakai jalan tercepat untuk mendapatkan sesuatu yang membuat dia bahagia padahal hanya sesaat saja.


Tantangan kemajuan teknologi zaman sekarang seharusnya ditopang oleh mental, moralitas, spiritualitas yang kuat dan mau berjuang.  Dan tak kalah pentingnya adalah semangat kekeluargaan, karena jaman sekarang, setiap manusia individualistis. Hal tersebut memang sengaja di tanamkan ke dalam masyarakat kita oleh bangsa barat bertentangan dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan yang tinggi warisan nenek moyang jaman dahulu kala.


Sekarang, pesatnya teknologi mendorong orang-orang untuk bekerja sendiri-sendiri. Kehidupan masyarakat menjadi terkotak-kotak, sempit, dan tidak memiliki wawasan ke depan.

Indonesia sudah semrawut, tugas-tugas kita masih banyak untuk memperbaiki kesemrawutan. Indonesia sudah kalah sebelum bertanding, karena kita terlilit utang yang sangat besar. Utang kita sangat banyak, karena sikap para pemimpin yang berpikir instan.

Permasalahan negeri ini tidak akan tuntas dan malah akan terus bertambah. Satu hal yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki diri kita sendiri, sudah saatnya bagi kita untuk membuka diri, memandang keluar apa yang sedang terjadi, apa yang bisa kita lakukan untuk bangsa ini, jangan untuk pemerintah, karena mereka belum tentu peduli sama kita. Terlalu sibuk dalam mengumpulkan kekayaan, memperbaiki jabatan, dan mengurusi mobil kesayangan.

Lakukanlah kebaikan untuk bangsa ini semampu kita, perbaiki diri kita sendiri, dan selamatkanlah generasi bangsa yang masih muda belia agar mereka memiliki mindset yang positif, bermental baja, dan mau berbakti kepada sesama.

No comments:

Post a Comment