Biaya Pendidikan Tinggi Hambat Pertumbuhan Kecerdasan Anak

Biaya pendidikan tinggi semakin memperluas jurang pemisah antara si miskin dan si kaya. Standar pendidikan tinggi semakin menghambat tumbuh kembang kecerdasan anak yang terlahir dari keluarga tidak mampu a.k.a miskin.


Tidak dapat dipungkiri, Persaingan hidup akan semakin meningkat. Tidak bisa dipungkiri, persaingan hidup akan semakin ketat. Ketatnya persaingan hidup membuat tingkatan Biaya pendidikan tinggi dan tidak terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah.

Sangat miris kalau melihat masyarakat kita, standar kehidupan sebagian besar masyarakat kita masih rendah. Di Indonesia masih ada sekitar 40 juta KK yang hidupnya tergolong miskin. Bagaimana memikirkan pendidikan tinggi untuk anak-anaknya, untuk kebutuhan sehari-hari pun mereka susah.

Anak PAUD
Biaya pendidikan tinggi menghambat pertumbuhan
kecerdasan mereka, sampai kapan kita bisa melihat
mereka tersenyum
Bersyukurlah bagi mereka yang standar hidupnya sudah mapan. Mereka bisa mempersiapkan dana pendidikan untuk anak-anaknya. Bagi anak keluarga mapan, bersyukurlah kalau mereka bisa fokus mencari ilmu tanpa memikirkan perut keroncongan.

Standar pendidikan yang tinggi berbanding lurus dengan biaya pendidikan tinggi. Pada tanggal 1 maret 2013 kemarin, Harian Umum Pikiran Rakyat merilis bahwa salah satu perguruan tinggi ternama akan memberlakukan biaya kuliah per semesternya sekitar Rp. 10 Juta mulai tahun 2013.

Coba anda bayangkan, jika anak anda masuk kuliah tahun ini, biaya per semesternya 10 Juta rupiah. Kalau rata-rata lama kuliah yang ditempuh sampai lulus kuliah adalah lima tahun, berarti anak anda menempuh 10 semester dan biaya yang harus anda keluarkan sampai anak anda lulus adalah Rp. 100 Juta Rupiah.

Belum biaya awal masuk kuliah, transport anak sehari-hari, dan biaya tak terduga lainnya. Untuk ukuran masyarakat menengah ke bawah, biaya kuliah ini sangatlah mahal, hanya orang-orang yang berduit saja yang mampu menyekolahkan anaknya.

Akan tetapi, meskipun biaya pendidikan tinggi, toh untuk ukuran masyarakat kecil seperti kita akan selalu ada jalan. Bukan masalah sekolahnya dimana? Kuliahnya di PTN enggak? Tapi niatnya yang harus anda luruskan.

Meskipun sekolah tinggi, tapi tidak ada kemauan untuk belajar sama saja tidak sekolah. Niatkan dalam diri anda untuk memiliki minat membaca dan mengaji, belajar dan terus belajar. Belajar tidak harus kuliah tinggi. Tau enggak Bob Sadino? Pengusaha multimilyuner Indonesia.

Bob sadino itu sekolahnya cuma sampai tamat SMA loh, tapi dia mau belajar keras untuk menjadi pengusaha sukses. Niatkan oleh anda untuk belajar, bukan niat untuk jadi kaya. Ubah paradigm anda, kalau belajar itu hanya bisa dilakukan di sekolah, itu salah. Belajar bisa dilakukan dimana saja, dirumah, dimesjid, di perpustakaan, dan di lingkungan sekitar.

Perubahan dimulai dari diri sendiri, ada kemauan pasti ada jalan, dan ada keinginan untuk belajar pasti kesuksesan anda semakin dekat. Jangan manja, jangan putus asa, dan jangan loyo. Mental anda, karakter anda harus kuat untuk mencapai standar hidup yang tinggi.

Belajar harus dibarengi dengan kesabaran karena Tuhan kita lebih menghargai proses, bukan hasilnya. Hilangkan pikiran yang negative, selalu mengeluh, maunya pingin cepat-cepat sukses. Tuhan tidak melihat hasil, tapi melihat proses kita dalam mencapai hasil.

Mau standar hidup anda meningkat? Never stop to learn.

No comments:

Post a Comment